Date:2017/11/09Rate:494

Syair Kehidupan - Berdansa Bersama Evolusi

Pameran ini mencakup spesies dari “Era Paelozoikum”, “Era Mesozoikum”, dan “Era Senozoikum”. Melalui terowongan sejarah, para pengunjung dapat menembus ruang dan waktu untuk menyaksikan spektrum kehidupan makhluk purbakala di muka bumi, pameran terkait di antaranya meliputi:

 

Era Paelozoikum: Sebelum Kemunculan Dinosaurus

Bumi terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu, permukaan yang panas terkena tabrakan meteor dan komet, fosil mikroba yang paling tua (Stromatolit) ditemukan pada lapisan formasi batu berusia 3,6 miliar tahun. Sekitar 530 juta tahun lalu, tidak lama setelah dimulainya periode Kambrium, tiba-tiba muncul sekelompok organisme yang beragam, yaitu biota Chengjiang, yang terdiri dari hampir semua hewan yang hidup hingga saat ini (termasuk hewan yang memiliki tulang belakang), akan tetapi pada lapisan bumi yang lebih tua tidak ditemukan nenek moyang dari fosil makhluk hidup tersebut.

 

Era Mesozoikum: Debut Dinosaurus

Era Mesozoikum merupakan masa di mana daratan mulai terbelah dan secara perlahan membentuk beberapa benua besar, proses ini memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap evolusi biologi. Makhluk hidup yang muncul di era ini adalah dinosaurus, langkahnya dapat menggetarkan permukaan bumi. Dinosaurus muncul pada waktu kurang lebih 230 juta tahun yang lalu, akan tetapi punah saat 65 juta tahun lalu. Dinosaurus hidup di bumi selama lebih dari 160 juta tahun lamanya, memiliki panjang tubuh hingga 70 meter. 

 

Era Senozoikum: Setelah Dinosaurus Punah

Era Senozoikum merupakan masa evolusi yang dramatis bagi hewan mamalia. Melalui fosil, kita dapat memahami perubahan evolusi yang terjadi, DNA yang digunakan untuk menguraikan hubungan kekerabatan antar makhluk merupakan studi utama evolusi biologi saat itu. Akan tetapi untuk menetapkan garis waktu munculnya makhluk hidup hanya dapat dilakukan melalui penelitian terhadap fosil. Bagaimana hubungan yang terjadi saat lempeng bumi terbelah, terhanyut dan kemudian menyatu kembali tersebut memberikan pengaruh terhadap pembagian keragaman hewan mamalia? Ahli paleontologi menunjukkan bahwa hanya melalui fosil primitif Xenarthra (mamalia yang memiliki plasenta) yang ditemukan di benua purba Gondwana, hipotesis tentang difusi dan asal mula evolusi baru dapat disimpulkan. Ilmu biologi evolusioner membutuhkan banyak peralatan berat, teknik, serta bukti-bukti material untuk dapat mengungkapkan dunia misterius yang telah lama hilang. 

 

Area Pameran Beragam Hewan Vertebrata Taiwan

Letak geografis Taiwan menyebabkan adanya keragaman jenis dan rupa makhluk hidup yang rumit dan selalu mengalami perubahan, menghasilkan ekosistem yang beragam di wilayah ini. Di antaranya adalah hewan vertebrata yang saat ini merupakan hewan yang memiliki evolusi paling sempurna di dunia. Oleh karena itu, pameran “keanekaragaman hewan vertebrata terestrial” dihadirkan di lokasi ini, menampilkan empat macam spesimen yaitu amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan keragaman hewan vertebrata di mana manusia kini hidup berdampingan di daratan Taiwan. 

Informasi Pameran

Waktu pelaksanaan:2017/11/09

Lokasi pameran:Taiwan Land Bank Exhibition Hall

Sifat:Pameran Permanen

Pameran Lainnya
Gambar terkait